Friday, April 18, 2008

Sst ... sudah saatnya ganti ke tampon II

Sebelumnya saya minta maaf dulu kalo di postingan ini ada kata-kata yang kurang berkenan. Saya sengaja mengangkat postingan saya yang lama mengenai sudah saatnya wanita Indonesia ganti ke tampon, karena ada pertanyaan-pertanyaan seperti: apakah tampon bisa merusak selaput dara, dsb. Menurut saya tampon memang lebih praktis dan bersih. Jadi ceritanya saya mau bagi-bagi pengalaman yang enak ini kepada teman-teman wanita, siapa tau cocok. Bagi yang mau baca dulu my old post, bisa diklik di sini. Memang ini adalah masalah wanita, tapi ada bagusnya kalau para pria calon suami ikut baca, soalnya cerita saya ini ada sangkut pautnya dengan mereka ... nah lo ...
Dr. Vina, mohon dikoreksi ya kalau ada yang salah, maklum bukan ahlinya hehehe ... Thanks!

Setelah melakukan riset, ceila ... maksudnya cari-cari info di google, saya menyimpulkan ini:
- Arti hymen atau selaput dara: sebuah selaput tipis di sekitar pembukaan vagina wanita.
- Images: bisa dilihat di sini.
- Tipe: setelah melihat images, bisa kita lihat ada yang berbentuk bulan sabit dan terletak di bawah pembukaan, ada yang seperti cincin melingkari pembukaan, ada yang menutup pembukaan bahkan ada juga yang lahir tanpa selaput dara.
- Apa aja yang bisa merusaknya:
1. Olah raga
2. Tampon
3. Pemeriksaan rahim
4. Kecelakaan
5. Hubungan sexual

Di postingan saya yang lama saya memang berusaha meyakinkan para wanita Indonesia untuk menggunakan tampon disaat menstruasi, karena tidak akan merusak selaput dara. Namun saya juga menganjurkan untuk memakai tamponnya setelah menikah kalau takut menggunakannya disaat masih gadis (belum menikah). Saya minta maaf karena saya telah salah bahwa tampon ternyata bisa merusak selaput dara. Tapi, ada tapinya lho: kasus bahwa tampon telah merusak selaput dara adalah sangat jarang terjadi. Selain itu, walaupun selaput dara itu tipis tapi setipis-tipisnya masih ada banyak yang kuat. Dan juga kalau selaput daranya pendek bisa memungkinkan pemakaian tamponnya tidak akan bermasalah. Jadi memang saya kayaknya nggak seratus persen salah karena memang ternyata tergantung dari bentuk selaput dara dari masing-masing wanita. ;)

Selanjutnya saya bahas masalah keperawanan. Menurut kaca mata saya (walaupun saya tidak pakai kaca mata hehehe...):
-Arti perawan: belum pernah berhubungan sexual.
-Cerita malam pertama: malam pertama dengan istri yang masih perawan ditandai dengan adanya bercak darah.
-Akal: sekarang kita udah tahu sedikit tentang selaput dara, jadi gimana menurut anda kalau cerita malam pertama harus demikian? Nggak harus demikian kan?! Selaput dara kan macem-macem bentuk, kuat atau fragile atau bahkan ada yang nggak punya. Gimana bisa berdarah kalau nggak punya selaput dara? Gimana bisa berdarah kalau selaput daranya rusak karena olah raga atau hal lain (selain hub. sexual, tentunya). Gimana bisa berdarah kalau selaput daranya begitu kuat dan bisa meregang hingga tidak akan terobek dan berdarah? Nah yang berikut ini lebih fatal lagi, karena kesalahan teknis bukan pada pesawat TV anda ... lho? Oke serius lagi ya: gimana bisa berdarah kalau ternyata masalahnya ada pada penis suami yang berukuran tidak maximal? Gubrak ...

Untuk itu sebaiknya para suami hendaknya lebih arif tentang masalah ini. Terimalah istri anda apa adanya karena anda mencintainya. Jangan malah mencurigai istrinya, jangan-jangan istriku bohong sudah bukan perawan lagi. Nggak adil ah! Tunjukkan bahwa anda adalah suami yang baik, soleha (beragama), berpendidikan dan modern. Gimana kalau istri anda balik curiga kepada anda apakah anda sudah bukan joko thing-thing lagi, pasti anda jengkel kan?! Sebenarnya, masalahnya bukan pada perawan atau sudah tidak perawan atau joko thing-thing atau joko thong-thong hehehe... Karena hal itu bukanlah segala-galanya. Halah kayak lirik lagu aja niy hehehe...Yang segala-galanya adalah: gimana membangun keluarga yang baik, iya nggak sih?! (Gayane sok keminter ah ;)).

Nah kembali kemasalah tampon. Sekarang terserah anda para wanita mau coba tampon atau tidak. Nggak ada salahnya mencoba. Ada banyak yang memakainya tapi aman-aman aja, maksudnya si tampon nggak merusak selaput dara. Tapi adakah kemungkinan bahwa tampon telah dengan tidak sengaja merusak selaput dara? Kalau demikian halnya: so what??? Selama anda para gadis tidak pernah berhubungan sexual sebelum menikah maka everything is fine. Anda masih perawan kok. ;)

O ya ada yang harus saya sampaikan bahwa memakai tampon harus sesuai dengan petunjuknya. Misalnya nggak boleh lebih dari 8 jam baru ganti, karena akan menyebabkan infeksi dan menimbulkan Toxic Shock Syndrome. Tapi kasus ini jarang sekali terjadi. Jadi kalau udah keenakan pakai tampon, jangan lupa ya harus sering-sering ganti. Betul kok begitu anda coba, pasti gak bakalan mau balik lagi ke pembalut yang tebal deh hehehe...

Semoga postingan ini berguna dan seperti biasa saran dari teman-teman saya tunggu.

Good luck ladies!